Pertama di Indonesia Pengembang Aerocity

PT BIJB Aerocity Development, dibentuk untuk melaksanakan pengelolaan serta mengembangkan Kertajati Aerocity sebagai kawasan yang berfungsi untuk pendukung kawasan Bandar Udara Internasional Jawa Barat termasuk pengusahaan atas sarana dan prasarana umum.

Find Out More Book Now!

Keunggulan Kami

Aerocity

Konsep pengembangan Aerocity pertama di Indonesia (6 Cuaster).

Read More

Akses

Sangat dekat dengan Exit Tol Kertajati, hanya 5 menit ke Bandara BIJB.

Read More

Inovatif

Desain fasilitas Inovatif dan Kualitas terbaik.

Read More

Menguntungkan

Investasi cerdas dan Menguntungkan.

Read More

Latika Tower

Jari Menyilang, Mahasiswa Meradang! Gubernur Kaltim Baru Bereaksi Setelah Demo Memanas

Jari Menyilang, Mahasiswa Meradang! Gubernur Kaltim Baru Bereaksi Setelah Demo Memanas

Jari Menyilang, Mahasiswa Meradang! Gubernur Kaltim Baru Bereaksi Setelah Demo Memanas

SAMARINDA — Polemik yang melibatkan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan ajudannya menjadi sorotan setelah video dugaan tindakan kasar terhadap kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) beredar di media sosial. Insiden ini memicu kritik publik, terutama soal sikap aparat pengawal pejabat ketika berhadapan dengan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Persoalannya pun melebar, dari dugaan kontak fisik hingga cara pemerintah daerah merespons kritik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (19/10/2026) di kawasan Masjid Nurul Mu’minin, kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Saat itu, mahasiswa GMNI tengah menyampaikan protes terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketika Rudy melintas menuju masjid, sejumlah mahasiswa mempertanyakan alasan mereka tidak ditemui saat demonstrasi berlangsung. Situasi kemudian memanas setelah seorang ajudan diduga menepis ponsel mahasiswa hingga terjadi kontak fisik.

Sorotan semakin besar setelah Rudy menemui ribuan demonstran pada Rabu (21/10/2026). Di hadapan massa, ia menyatakan setuju untuk mencopot Asky Rizal Toding dari tugasnya sebagai ajudan dan mengembalikannya ke kesatuan asal. Rudy juga terlihat menyilangkan jari di bagian leher ketika menyampaikan sikapnya. Gestur tersebut ikut menjadi bahan pembicaraan, meski makna sebenarnya tidak bisa dipastikan hanya dari bahasa tubuh.

Ajudan yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui tindakannya berlebihan serta tidak dapat dibenarkan. Sementara itu, Polda Kaltim menyatakan personel tersebut sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam. Janji pencopotan memang menjadi respons atas tuntutan mahasiswa, tetapi publik tetap berhak menunggu kejelasan tindak lanjutnya. Sebab, dalam demokrasi, kritik bukan alasan untuk bersikap kasar, dan jabatan bukan tameng untuk menghindari pertanggungjawaban.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/jari-menyilang-mahasiswa-meradang-gubernur-kaltim-baru-bereaksi-setelah-demo-memanas

Promosi Makin Praktis! WA Blasting Bantu Bisnis Menjangkau Pelanggan Lebih Cepat

Promosi Makin Praktis! WA Blasting Bantu Bisnis Menjangkau Pelanggan Lebih Cepat

Promosi Makin Praktis! WA Blasting Bantu Bisnis Menjangkau Pelanggan Lebih Cepat

Di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat, pelaku usaha dituntut untuk menemukan cara promosi yang efektif dan mampu menjangkau pelanggan secara lebih luas. Mengandalkan promosi secara manual terkadang membutuhkan banyak waktu dan tenaga, terutama ketika bisnis harus menyampaikan informasi produk, penawaran khusus, atau program terbaru kepada banyak pelanggan sekaligus.

WhatsApp menjadi salah satu saluran komunikasi yang banyak dimanfaatkan untuk mendekatkan bisnis dengan pelanggan. Melalui pesan yang dikirim secara langsung, pelaku usaha dapat menyampaikan informasi dengan lebih praktis dan membangun komunikasi yang terasa personal. Namun, ketika jumlah pelanggan terus bertambah, pengelolaan pesan promosi membutuhkan solusi yang lebih terstruktur agar komunikasi bisnis tetap efisien.

Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah WA Blasting dari Bengkel Web Indonesia (BWI). Layanan ini dirancang untuk membantu bisnis mengirimkan pesan promosi kepada banyak kontak melalui WhatsApp dengan lebih praktis. Dengan dukungan layanan WA Blasting, pelaku usaha dapat mempermudah penyampaian informasi mengenai produk, promo, maupun pengumuman penting tanpa harus mengirim pesan satu per satu secara manual.

Melalui pemanfaatan WA Blasting, proses promosi bisnis berpotensi menjadi lebih hemat waktu dan terorganisasi. Pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk mendukung komunikasi dengan pelanggan, memperkenalkan penawaran terbaru, serta menjaga hubungan dengan audiens bisnis. Dengan penggunaan yang bertanggung jawab, termasuk mengirim pesan kepada kontak yang telah memberikan persetujuan, WA Blasting dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung strategi pemasaran digital yang lebih praktis dan terarah.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/promosi-makin-praktis-wa-blasting-bantu-bisnis-menjangkau-pelanggan-lebih-cepat

Sampah Menumpuk, Api Menyusul! TPA Supiturang Terbakar, Masalah Lama Belum Beres

Sampah Menumpuk, Api Menyusul! TPA Supiturang Terbakar, Masalah Lama Belum Beres

Sampah Menumpuk, Api Menyusul! TPA Supiturang Terbakar, Masalah Lama Belum Beres

MALANG — Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang di Kecamatan Sukun, Kota Malang, kembali menjadi sorotan setelah kebakaran melanda kawasan tersebut pada Rabu (21/10/2026). Api membakar area tumpukan sampah hingga diperkirakan mencapai satu hektare. Hingga Kamis (22/10/2026), petugas masih berupaya memadamkan puluhan titik api yang tersisa. Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa sampah bukan sekadar persoalan pemandangan kumuh, tetapi juga menyangkut risiko kebakaran dan keselamatan lingkungan.

Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sisi selatan, di luar area TPA. Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno, menjelaskan bahwa percikan bara api kemungkinan terbawa angin hingga menyambar tumpukan sampah. Namun, penyebab tersebut masih berupa dugaan awal, bukan kesimpulan final. Kondisi angin kencang, rumput kering pada musim kemarau, serta kandungan gas metana di tumpukan sampah turut memperbesar risiko dan menyulitkan pemadaman.

Penanganan kebakaran melibatkan petugas gabungan dari Damkar Kota Malang, Kabupaten Malang, dan unsur terkait. Laporan terbaru menyebut masih terdapat sekitar 50–70 titik api kecil pada Rabu malam, sedangkan laporan Kamis pagi menyebut petugas berfokus memadamkan sekitar 70 titik api tersisa. Tantangannya, api yang tampak padam di permukaan belum tentu benar-benar mati karena bara dapat bertahan di bagian dalam tumpukan sampah. Petugas pun perlu melakukan pembasahan berulang, penyekatan, serta mempertimbangkan metode seperti penyuntikan air ke dalam timbunan atau pembongkaran menggunakan ekskavator.

Kebakaran ini semestinya menjadi bahan evaluasi serius, bukan sekadar menunggu api padam lalu melupakan persoalan sampai kejadian serupa muncul lagi. Pengawasan terhadap pembakaran sampah, kesiapan sarana pemadam, dan pengelolaan timbunan perlu diperkuat agar risiko tidak terus berulang. Sebab, kalau sampah sudah menumpuk dan api ikut menyala, yang dipertaruhkan bukan cuma tumpukan limbah, melainkan juga kualitas udara, kesehatan warga, dan keselamatan petugas. Masalah sampah tidak akan selesai hanya dengan memadamkan api; pencegahan dan pengelolaan yang konsisten juga harus berjalan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sampah-menumpuk-api-menyusul-tpa-supiturang-terbakar-masalah-lama-belum-beres

Belajar Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, ACC Learning Hadir dengan Cara yang Lebih Praktis

Belajar Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, ACC Learning Hadir dengan Cara yang Lebih Praktis

Belajar Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, ACC Learning Hadir dengan Cara yang Lebih Praktis

Belajar akuntansi sering dianggap rumit karena identik dengan angka, jurnal, laporan keuangan, hingga perhitungan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Tak sedikit mahasiswa yang harus mengulang materi agar benar-benar memahami konsep dasar akuntansi. Padahal, dengan metode belajar yang tepat dan akses materi yang mudah, memahami dunia akuntansi bisa menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan dan tidak selalu terasa membebani.

Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, metode belajar digital menjadi salah satu alternatif untuk mendukung proses pembelajaran. Mahasiswa kini dapat memanfaatkan platform digital untuk mengakses materi, mengulang pembahasan, serta belajar sesuai kebutuhan. Cara ini memberikan fleksibilitas bagi pelajar untuk membangun pemahaman secara bertahap, tanpa harus selalu bergantung pada pembelajaran di ruang kelas.

Salah satu platform yang dapat menjadi pilihan untuk dieksplorasi adalah ACC Learning, sebuah aplikasi pembelajaran yang berfokus pada bidang akuntansi. Kehadiran ACC Learning dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa maupun pelajar yang ingin mendalami materi akuntansi melalui pendekatan digital. Dengan memanfaatkan platform pembelajaran, pengguna dapat menyesuaikan kegiatan belajar dengan waktu dan kebutuhan mereka.

Melalui ACC Learning, proses belajar akuntansi diharapkan terasa lebih praktis dan mudah dijangkau. Platform ini dapat dimanfaatkan sebagai pendamping belajar untuk memperkuat pemahaman materi, terutama ketika pengguna ingin kembali mempelajari konsep yang belum dikuasai. Untuk mengetahui fitur, materi, dan layanan yang tersedia secara lebih lengkap, calon pengguna dapat mengunjungi platform resmi ACC Learning. Pada akhirnya, teknologi bukan pengganti ketekunan belajar, tetapi dapat menjadi alat bantu agar memahami akuntansi terasa lebih terarah.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/belajar-akuntansi-tak-harus-bikin-pusing-acc-learning-hadir-dengan-cara-yang-lebih-praktis

Hutan Jadi Abu, Rakyat Hirup Asap: 11 Korporasi Tersangka, Jangan Sampai Hukum Cuma Galak di Awal!

Hutan Jadi Abu, Rakyat Hirup Asap: 11 Korporasi Tersangka, Jangan Sampai Hukum Cuma Galak di Awal!

Hutan Jadi Abu, Rakyat Hirup Asap: 11 Korporasi Tersangka, Jangan Sampai Hukum Cuma Galak di Awal!

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan setelah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap bahwa Polri telah menetapkan 11 korporasi sebagai tersangka terkait kasus karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dari jumlah tersebut, tiga korporasi merupakan perusahaan berstatus penanaman modal asing (PMA) yang terkait dengan wilayah Kalimantan. Namun, identitas perusahaan belum diumumkan secara terperinci kepada publik. (Sumber: detikNews)

Angka 11 korporasi ini bukan sekadar angka untuk memenuhi berita utama. Di balik persoalan karhutla, ada hutan yang rusak, ekosistem yang terancam, serta masyarakat yang berpotensi menanggung dampak asap dan gangguan kesehatan. Ketika kebakaran terjadi berulang kali, publik tentu berhak mempertanyakan seberapa serius upaya pencegahan dilakukan. Jangan sampai kerusakan lingkungan menjadi persoalan tahunan, sementara warga harus terus berhadapan dengan risiko yang sebenarnya bisa ditekan melalui pengawasan dan penanganan yang tepat.

Kini, tantangannya bukan hanya menetapkan tersangka, melainkan memastikan proses hukum berjalan transparan dan tidak berhenti di tengah jalan. Publik masih menunggu identitas korporasi yang diumumkan secara resmi, penjelasan mengenai dugaan keterlibatan masing-masing pihak, serta perkembangan penyidikannya. Status tersangka bukan berarti perusahaan telah terbukti bersalah, tetapi proses hukum harus mampu mengungkap fakta dan menentukan pertanggungjawaban sesuai bukti. Jika memang ditemukan pelanggaran, penanganannya harus tegas tanpa memandang besar kecilnya perusahaan maupun asal modalnya.

Hutan bukan sekadar hamparan lahan yang bisa dihitung berdasarkan nilai ekonominya. Hutan adalah penyangga kehidupan, tempat berbagai spesies bergantung, sekaligus bagian penting dari lingkungan yang dinikmati masyarakat. Karena itu, penindakan terhadap dugaan karhutla tidak boleh berhenti sebagai kabar yang ramai selama beberapa hari, lalu tenggelam tanpa kejelasan. Jangan sampai hukum terdengar garang saat mengumumkan tersangka, tetapi kehilangan taring ketika publik menunggu hasil akhirnya. Sebab, yang dibutuhkan bukan sekadar angka tersangka, melainkan kepastian hukum, pencegahan yang nyata, dan perlindungan lingkungan yang benar-benar terasa.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/hutan-jadi-abu-rakyat-hirup-asap-11-korporasi-tersangka-jangan-sampai-hukum-cuma-galak-di-awal

Bumi Minta Diselamatkan, Rakyat Minta Biaya Hidup Direndahkan

Bumi Minta Diselamatkan, Rakyat Minta Biaya Hidup Direndahkan

Bumi Minta Diselamatkan, Rakyat Minta Biaya Hidup Direndahkan

Jakarta — Sebuah pesan besar di jantung ibu kota kembali mengusik perhatian publik. Pada Selasa (20/10/2026), aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk dan poster berwarna kuning di Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Aksi tersebut membawa kritik terhadap penanganan krisis iklim dan persoalan biaya hidup, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sumber: detikNews.

Salah satu pesan yang terpampang berbunyi, “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup.” Spanduk lainnya menyampaikan kritik, “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” Kalimat tersebut menghubungkan persoalan lingkungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Sebab, kebakaran hutan dan bencana ekologis dapat berdampak pada kualitas udara, kesehatan, mata pencaharian, hingga beban ekonomi warga. Pesan itu merupakan kritik yang disampaikan Greenpeace, bukan kesimpulan bahwa seluruh persoalan tersebut disebabkan oleh satu kebijakan pemerintah. Sumber: Tirto.

Aksi tersebut berlangsung di ruang publik dan segera menarik perhatian pengguna jalan. Petugas kemudian menurunkan spanduk secara bertahap. Enam aktivis Greenpeace yang terlibat juga dievakuasi dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana pesan protes melalui spanduk dapat menjadi sorotan di tengah peringatan dua tahun pemerintahan. Namun, persoalan utamanya bukan sekadar seberapa besar tulisan yang terpampang, melainkan bagaimana kritik mengenai lingkungan dan biaya hidup ditanggapi melalui langkah nyata. Sumber: detikNews.

Pada akhirnya, sindiran di Bundaran HI menyisakan pertanyaan yang lebih besar daripada ukuran posternya: ketika masyarakat meminta lingkungan yang lebih aman dan biaya hidup yang lebih terjangkau, seberapa jauh kebijakan pemerintah mampu menjawab kebutuhan tersebut? Spanduk boleh diturunkan, tetapi tuntutan mengenai krisis iklim dan kesejahteraan masyarakat tidak otomatis selesai. Kritik tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari janji atau perayaan, tetapi juga dari dampak kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bumi-minta-diselamatkan-rakyat-minta-biaya-hidup-direndahkan

Rakyat Udah Muak, Bandung Meledak! Pemerintah Masih Mau Bilang Semua Baik-Baik Saja?

Rakyat Udah Muak, Bandung Meledak! Pemerintah Masih Mau Bilang Semua Baik-Baik Saja?

Rakyat Udah Muak, Bandung Meledak! Pemerintah Masih Mau Bilang Semua Baik-Baik Saja?

BANDUNG — Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum bagi mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat untuk menyuarakan kritik di Kota Bandung, Selasa (20/10/2026). Namun, aksi yang semula menjadi ruang penyampaian aspirasi itu berujung pada kericuhan pada malam hari. Situasi ini menghadirkan ironi tersendiri: ketika masyarakat turun ke jalan untuk menuntut perubahan, ruang publik justru ikut menanggung kerusakan. Kritik terhadap pemerintah pun kembali mengemuka, mulai dari persoalan ekonomi dan pendidikan hingga lingkungan hidup.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tuntutan terkait penghentian monopoli dan perampasan tanah, penolakan terhadap kebijakan yang dinilai membebani rakyat, persoalan upah murah, serta penanganan kerusakan lingkungan. Kawasan Jalan Asia Afrika, Braga, hingga sekitar Simpang Lima menjadi bagian dari rangkaian aksi. Menurut laporan Tirto, massa aksi utama membubarkan diri sekitar pukul 18.13 WIB. Namun, pada malam harinya, insiden berbeda terjadi di kawasan Jalan Sulanjana–Cikapayang, ketika sekelompok orang menyerang kendaraan polisi dengan lemparan batu, petasan, dan bom molotov. Kepolisian menyatakan insiden tersebut sedang diselidiki.

Dampaknya tidak berhenti pada bentrokan. Pemerintah Kota Bandung menyampaikan keprihatinan atas anggota kepolisian yang terluka dan mulai membersihkan coretan serta memperbaiki fasilitas umum yang rusak. Pada Rabu (21/10/2026), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau proses pembersihan di sejumlah titik, termasuk Simpang Lima, Jalan Asia Afrika, Braga, dan kawasan Cikapayang–Dago. Pemkot menargetkan pembersihan vandalisme rampung dalam waktu 2 × 24 jam. Sementara itu, Polda Jawa Barat menyatakan kondisi kota telah kembali kondusif dan penyelidikan terhadap pelaku penyerangan masih berlangsung.

Kritik boleh tajam, tuntutan boleh keras, tetapi perusakan bukan ukuran keberanian. Pemerintah tetap perlu menjawab persoalan yang disuarakan masyarakat dengan kebijakan dan hasil yang dapat dirasakan, bukan sekadar pernyataan. Sebaliknya, siapa pun yang melakukan kekerasan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya melalui proses hukum. Sebab, jika aspirasi berakhir menjadi kerusakan dan tuntutan publik kembali tenggelam dalam keributan, yang dirugikan bukan hanya pemerintah atau aparat, melainkan juga warga yang menggunakan ruang kota setiap hari. Dua tahun pemerintahan semestinya menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk membiarkan kritik maupun penanganannya kehilangan arah.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/rakyat-udah-muak-bandung-meledak-pemerintah-masih-mau-bilang-semua-baik-baik-saja

KPK Menunggu di Dalam Negeri, Nusron Punya Agenda di Luar Negeri

KPK Menunggu di Dalam Negeri, Nusron Punya Agenda di Luar Negeri

KPK Menunggu di Dalam Negeri, Nusron Punya Agenda di Luar Negeri

JAKARTA — Ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ingin meminta keterangan, publik justru dibuat bertanya-tanya mengenai perjalanan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, ke luar negeri. Absennya Nusron dalam dua jadwal pemeriksaan sebagai saksi, yang berdekatan dengan perjalanannya ke Singapura dan Malaysia, memunculkan polemik. Sindiran pun bermunculan: ketika panggilan pemeriksaan datang, agenda perjalanan justru menjadi sorotan.

Berdasarkan pemberitaan pada 21 Oktober 2026, Nusron tidak hadir dalam pemeriksaan pertama yang dijadwalkan pada 7 Oktober 2026. Pemeriksaan kemudian dijadwalkan ulang pada 15 Oktober, tetapi ia kembali tidak hadir. Perkara tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk serta dugaan tindak pidana lain di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Perlu ditegaskan, Nusron dipanggil sebagai saksi dan ketidakhadirannya tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan dalam tindak pidana.

Perjalanan luar negeri Nusron kemudian menjadi perhatian setelah Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menyampaikan dugaan bahwa Nusron berada di Malaysia ketika jadwal pemeriksaan kedua berlangsung. Boyamin juga mempertanyakan apakah perjalanan tersebut telah memperoleh izin Presiden. Sementara itu, Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, membenarkan bahwa Nusron melakukan perjalanan ke Singapura melalui Batam, kemudian melanjutkan perjalanan ke Malaysia untuk agenda kedinasan. Namun, konfirmasi perjalanan tersebut tidak otomatis membuktikan tudingan bahwa Nusron sengaja melarikan diri dari pemeriksaan.

Di sinilah persoalan akuntabilitas pejabat publik menjadi penting. Jika perjalanan itu memang merupakan tugas resmi, penjelasan mengenai agenda, izin perjalanan, dan alasan ketidakhadiran seharusnya dapat disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi. KPK juga perlu memastikan proses pemanggilan saksi berjalan sesuai ketentuan hukum. Publik berhak meminta kejelasan, tetapi penilaian akhir harus didasarkan pada bukti, bukan sekadar dugaan. Sebab, bagi pejabat negara, urusan dinas boleh saja lintas negara, tetapi kewajiban memberikan penjelasan kepada penegak hukum tidak semestinya menjadi teka-teki berkepanjangan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kpk-menunggu-di-dalam-negeri-nusron-punya-agenda-di-luar-negeri

Dua Tahun Prabowo–Gibran: Janji Banyak, Rakyat Masih Menunggu Bukti yang Terasa!

Dua Tahun Prabowo–Gibran: Janji Banyak, Rakyat Masih Menunggu Bukti yang Terasa!

Dua Tahun Prabowo–Gibran: Janji Banyak, Rakyat Masih Menunggu Bukti yang Terasa!

JAKARTA — Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap pada 20 Oktober 2026. Berbagai program prioritas telah berjalan, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga penguatan sektor pendidikan dan ekonomi. Namun, di tengah banyaknya program yang diumumkan, pertanyaan yang layak diajukan tetap sederhana: seberapa besar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat? Sebab, keberhasilan pemerintahan bukan hanya soal banyaknya program yang diluncurkan, melainkan juga hasil nyata yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Sumber: ANTARA.

Di bidang ekonomi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi tetap berkembang, tetapi pertumbuhan nasional tidak otomatis berarti seluruh rumah tangga merasakan peningkatan kesejahteraan yang sama. Persoalan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, kesempatan kerja, dan daya beli masih perlu dilihat melalui data masing-masing. Dengan kata lain, angka pertumbuhan ekonomi boleh terlihat menjanjikan, tetapi masyarakat juga membutuhkan bukti bahwa penghasilan mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumber: BPS.

Program kesehatan juga menunjukkan perkembangan. Menurut laporan Suara.com pada 20 Oktober 2026, program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 106,3 juta orang hingga 13 Oktober 2026. Capaian tersebut menjadi indikator luasnya jangkauan layanan preventif, meskipun jumlah penerima manfaat saja belum cukup untuk menilai seluruh kualitas pelayanan maupun dampak kesehatannya. Di sisi lain, pemerintah sendiri masih menekankan pentingnya pengawasan program prioritas agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata. Artinya, pekerjaan rumah tidak berhenti ketika sebuah program berjalan; pelaksanaan, pemerataan, dan evaluasi juga harus terus diperhatikan. Sumber: Suara.com dan Sekretariat Kabinet.

Dua tahun pertama ini bukan berarti seluruh kebijakan gagal, tetapi juga belum menjadi alasan untuk menganggap semua persoalan selesai. Pemerintah memiliki capaian yang dapat dicatat sekaligus pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan. Masyarakat berhak menilai berdasarkan hasil, bukan sekadar slogan atau besarnya anggaran yang diumumkan. Sebab, kalau program terus bertambah tetapi persoalan sehari-hari belum juga terasa lebih ringan bagi sebagian warga, pertanyaan “apa yang sudah berubah?” akan tetap relevan. Pada akhirnya, rakyat tidak hanya membutuhkan janji yang terdengar meyakinkan, tetapi kebijakan yang manfaatnya benar-benar sampai ke kehidupan mereka.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/dua-tahun-prabowo-gibran-janji-banyak-rakyat-masih-menunggu-bukti-yang-terasa

Nusron ke Mana? KPK Menunggu, Publik Keburu Kehabisan Kesabaran

Nusron ke Mana? KPK Menunggu, Publik Keburu Kehabisan Kesabaran

Nusron ke Mana? KPK Menunggu, Publik Keburu Kehabisan Kesabaran

JAKARTA — Keberadaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, sempat menjadi tanda tanya setelah ia dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perjalanan ke luar negeri di tengah jadwal pemeriksaan membuat publik mempertanyakan prioritas pejabat negara. Ketika pertanyaan bermunculan, penjelasan yang terang justru menjadi hal yang paling dibutuhkan.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, sebelumnya mengaku belum mengetahui apakah Nusron sudah kembali ke Indonesia. Namun, pada 21 Oktober 2026, Imigrasi mengonfirmasi bahwa Nusron telah masuk kembali ke Tanah Air melalui Pelabuhan Batam Center pada 17 Oktober 2026, setelah melakukan perjalanan ke Singapura dan Malaysia. Imigrasi juga menyatakan perjalanan tersebut berkaitan dengan agenda kedinasan.

Sorotan terhadap Nusron muncul karena ia tidak hadir dalam pemeriksaan KPK pada 7 dan 15 Oktober 2026. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di lingkungan ATR/BPN. KPK menyatakan Nusron meminta penundaan pemeriksaan dengan alasan agenda kedinasan. Ia dipanggil sebagai saksi, sehingga ketidakhadirannya bukan bukti bahwa ia terlibat dalam tindak pidana.

Kini, pertanyaannya bukan lagi sekadar Nusron berada di mana, melainkan kapan pemeriksaan akan dilaksanakan dan bagaimana ia menjelaskan ketidakhadirannya. Perjalanan dinas memang bisa menjadi kewajiban, tetapi bagi pejabat publik, transparansi juga bukan pilihan tambahan. Sebab, ketika KPK menunggu keterangan dan masyarakat menunggu kejelasan, jawaban yang dibutuhkan bukan teka-teki baru, melainkan kepastian.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/nusron-ke-mana-kpk-menunggu-publik-keburu-kehabisan-kesabaran

Sering Diinjak dan Dibuang, Biji Ketapang di Surabaya Ternyata Punya Potensi yang Mengejutkan!

Sering Diinjak dan Dibuang, Biji Ketapang di Surabaya Ternyata Punya Potensi yang Mengejutkan!

Sering Diinjak dan Dibuang, Biji Ketapang di Surabaya Ternyata Punya Potensi yang Mengejutkan!

SURABAYA — Biji ketapang yang sering ditemukan berserakan di tepi jalan dan dianggap sebagai sampah organik ternyata menyimpan potensi yang menarik untuk diteliti. Dua siswi SMP Al Falah Surabaya, Falia Khasnaulaya Rammadha dan Neysa Tania Husamadiha, mengembangkan penelitian untuk mengolah biji ketapang (Terminalia catappa) menjadi minyak nabati alternatif. Penelitian ini berangkat dari keinginan memanfaatkan bahan alam yang selama ini kurang diperhatikan, sekaligus mencari peluang sumber minyak selain kelapa sawit. Karya mereka masuk dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 pada subbidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Penelitian tersebut dilakukan melalui proses ekstraksi dan destilasi di laboratorium sekolah dengan pendampingan guru pembimbing, Ustazah Saniya dan Ustazah Palupi Indriyati. Biji ketapang dikumpulkan dari petani lokal, kemudian dihaluskan sebelum diproses menggunakan alat ekstraksi Soxhlet dengan bantuan pelarut alkohol. Tahap pemanasan selanjutnya digunakan untuk memisahkan pelarut dari minyak yang diperoleh. Proses ini menunjukkan bahwa penelitian ilmiah tidak selalu harus dimulai dari bahan mahal atau teknologi rumit, tetapi bisa berangkat dari sumber daya yang mudah dijumpai di sekitar masyarakat.

Meski berhasil menghasilkan sampel minyak, penelitian kedua siswi tersebut masih berada pada tahap laboratorium. Jumlah minyak yang dihasilkan masih terbatas dan belum diuji untuk digunakan menggoreng makanan. Karena itu, minyak biji ketapang belum dapat dinyatakan aman sebagai minyak konsumsi atau langsung menggantikan minyak sawit yang beredar di pasaran. Masih diperlukan pengujian lebih lanjut terhadap kualitas, keamanan pangan, titik asap, stabilitas penyimpanan, serta kemungkinan produksinya dalam skala lebih besar. Pihak sekolah berharap penelitian tersebut dapat terus dikembangkan agar potensi biji ketapang bisa dimanfaatkan secara lebih luas.

Karya Falia dan Neysa menjadi contoh bahwa rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap lingkungan dapat melahirkan ide penelitian yang bermanfaat. Bahan yang selama ini kurang dilirik ternyata bisa menjadi objek eksplorasi ilmiah, asalkan diteliti dengan metode yang tepat dan diuji secara bertanggung jawab. Ke depan, hasil penelitian ini masih membutuhkan proses panjang sebelum bisa diterapkan secara komersial. Namun, langkah awal tersebut sudah membuka pertanyaan menarik: berapa banyak bahan alam di sekitar kita yang selama ini terbuang, padahal berpotensi dikembangkan melalui penelitian dan inovasi?


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sering-diinjak-dan-dibuang-biji-ketapang-di-surabaya-ternyata-punya-potensi-yang-mengejutkan

Sekali Kirim, Banyak Pelanggan Terjangkau! Strategi Promosi Digital yang Tak Sekadar Menunggu Pembeli

Sekali Kirim, Banyak Pelanggan Terjangkau! Strategi Promosi Digital yang Tak Sekadar Menunggu Pembeli

Sekali Kirim, Banyak Pelanggan Terjangkau! Strategi Promosi Digital yang Tak Sekadar Menunggu Pembeli

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, promosi bukan lagi sekadar memasang iklan dan menunggu pelanggan datang. Pelaku usaha perlu menemukan cara berkomunikasi yang cepat, praktis, dan mampu menjangkau calon pembeli secara langsung. Salah satu media yang banyak digunakan untuk berinteraksi dengan pelanggan adalah WhatsApp, karena memudahkan komunikasi sehari-hari tanpa harus melalui proses yang rumit.

Namun, menghubungi pelanggan satu per satu tentu membutuhkan waktu, terutama ketika bisnis memiliki banyak kontak yang harus menerima informasi promo, peluncuran produk, atau pengumuman penting. Jika tidak dikelola dengan baik, kegiatan promosi bisa menghabiskan tenaga dan membuat penyampaian informasi menjadi kurang efisien. Karena itu, pelaku usaha mulai membutuhkan solusi digital yang membantu mengatur pengiriman pesan secara lebih terencana.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah WA Blasting, layanan yang dirancang untuk membantu bisnis menyampaikan pesan promosi atau informasi kepada banyak kontak sekaligus. Dengan memanfaatkan layanan ini, pelaku usaha dapat menyiapkan pesan untuk kebutuhan kampanye pemasaran, pemberitahuan produk baru, hingga informasi penawaran khusus. Strategi tersebut dapat membantu komunikasi bisnis menjadi lebih praktis, terutama ketika pesan perlu disampaikan kepada pelanggan dalam jumlah besar.

Melalui layanan WA Blasting dari BWI, pelaku usaha dapat mengeksplorasi cara promosi digital yang lebih terstruktur untuk mendukung kegiatan pemasaran. Informasi produk, penawaran, maupun pengumuman bisnis bisa disiapkan sesuai kebutuhan komunikasi dengan pelanggan. Meski demikian, efektivitas promosi tetap bergantung pada ketepatan sasaran, kualitas pesan, serta izin penerima untuk dihubungi. Dengan penggunaan yang bertanggung jawab, WA Blasting dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung strategi pemasaran bisnis di era digital.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sekali-kirim-banyak-pelanggan-terjangkau-strategi-promosi-digital-yang-tak-sekadar-menunggu-pembeli

Belajar Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Baru yang Lebih Praktis untuk Menguasainya!

Belajar Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Baru yang Lebih Praktis untuk Menguasainya!

Belajar Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Baru yang Lebih Praktis untuk Menguasainya!

Akuntansi sering dianggap sebagai salah satu bidang pelajaran yang rumit karena berkaitan dengan angka, pencatatan transaksi, jurnal, hingga penyusunan laporan keuangan. Padahal, kemampuan memahami akuntansi sangat dibutuhkan, bukan hanya oleh mahasiswa jurusan akuntansi, tetapi juga oleh pelaku usaha dan siapa pun yang ingin memahami pengelolaan keuangan dengan lebih baik. Tantangannya adalah menemukan metode belajar yang mudah diikuti, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Di era digital, proses belajar tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada buku cetak atau jadwal pembelajaran di kelas. Teknologi membuka peluang bagi pelajar untuk mengakses materi secara lebih praktis dan mengatur waktu belajar sesuai aktivitas sehari-hari. Dengan dukungan platform pembelajaran digital, materi yang sebelumnya terasa sulit dapat dipelajari secara bertahap sehingga proses memahami konsep menjadi lebih terarah.

Salah satu pilihan yang dapat dijelajahi adalah ACC Learning, platform pembelajaran yang dapat menjadi sarana pendukung bagi mereka yang ingin memperdalam pengetahuan di bidang akuntansi. Kehadiran platform belajar digital seperti ini memberikan alternatif bagi pelajar untuk mengembangkan pemahaman materi tanpa selalu terpaku pada metode belajar konvensional. Dengan memanfaatkan sumber belajar yang sesuai, pengguna dapat membangun pemahaman secara bertahap dan menyesuaikannya dengan kebutuhan belajar masing-masing.

Melalui ACC Learning, proses belajar akuntansi dapat menjadi bagian dari rutinitas pengembangan kemampuan di era digital. Platform ini dapat dipertimbangkan oleh pelajar maupun mereka yang ingin menambah wawasan akuntansi sebagai bekal pendidikan dan dunia kerja. Agar manfaatnya lebih optimal, pengguna tetap perlu belajar secara konsisten, berlatih mengerjakan soal, serta menerapkan konsep yang dipahami. Dengan pendekatan tersebut, belajar akuntansi bisa terasa lebih terarah dan tidak lagi sekadar berkutat dengan angka.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/belajar-akuntansi-tak-harus-bikin-pusing-ada-cara-baru-yang-lebih-praktis-untuk-menguasainya

Cuma Gegara Kaos Kaki, Kepala Sekolah Diduga Dipukul! Disiplin Murid Kalah oleh Emosi Orang Tua?

Cuma Gegara Kaos Kaki, Kepala Sekolah Diduga Dipukul! Disiplin Murid Kalah oleh Emosi Orang Tua?

Cuma Gegara Kaos Kaki, Kepala Sekolah Diduga Dipukul! Disiplin Murid Kalah oleh Emosi Orang Tua?

Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Meluntur, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial pada 18–20 Oktober 2026. Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, tersebut diduga melibatkan seorang wali murid yang disebut merupakan anggota TNI aktif. Persoalan yang awalnya berkaitan dengan kedisiplinan siswa justru berujung pada dugaan kekerasan terhadap tenaga pendidik.

Berdasarkan keterangan pendamping korban, kejadian bermula ketika pihak sekolah melakukan pemeriksaan kedisiplinan dan mendapati seorang siswa tidak mengenakan sepatu serta kaus kaki. Siswa tersebut kemudian diminta pulang untuk mengambil perlengkapan yang belum dipakai. Anak itu diketahui merupakan anak dari wali murid berinisial MS. Setelah menerima informasi dari anaknya, MS diduga mendatangi sekolah dan terlibat keributan dengan kepala sekolah berinisial MR. Dalam insiden tersebut, korban dilaporkan mengalami luka dan pendarahan di bagian wajah, serta dugaan keretakan pada hidung. Rincian kejadian tersebut masih perlu merujuk pada hasil pemeriksaan resmi.

Persoalan ini kemudian dibawa ke jalur hukum. Korban didampingi tim Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) PCNU Lamongan untuk melaporkan dugaan penganiayaan ke Subdenpom V/2-3 Lamongan pada Sabtu malam. Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan bahwa pihak kepolisian membantu korban mendatangi kantor Subdenpom untuk membuat laporan. Kepala Desa Meluntur, M. Sholeh, juga menyebut bahwa mediasi sempat dilakukan di balai desa dan kedua pihak sempat saling meminta maaf. Meski demikian, proses pemeriksaan tetap berjalan; pendamping korban menyampaikan bahwa saksi-saksi telah diperiksa dan proses pengurusan hasil visum masih berlangsung.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan kedisiplinan di sekolah semestinya diselesaikan melalui komunikasi, bukan kekerasan. Aturan kaus kaki mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika emosi mengambil alih, akibatnya bisa jauh lebih serius daripada pelanggaran tata tertib itu sendiri. Terlebih, sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa dan tenaga pendidik untuk belajar serta bekerja. Publik kini menunggu hasil pemeriksaan agar duduk perkara menjadi terang dan setiap pihak memperoleh proses hukum yang adil. Dugaan terhadap pihak yang dilaporkan tetap harus dibedakan dari kesimpulan hukum sebelum pemeriksaan selesai.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/cuma-gegara-kaos-kaki-kepala-sekolah-diduga-dipukul-disiplin-murid-kalah-oleh-emosi-orang-tua

Kebakaran di Pegunungan, Mengapa Ribuan Warga Pasuruan Ikut Terdampak?

Kebakaran di Pegunungan, Mengapa Ribuan Warga Pasuruan Ikut Terdampak?

Kebakaran di Pegunungan, Mengapa Ribuan Warga Pasuruan Ikut Terdampak?

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang dan Gunung Ringgit, Jawa Timur, bukan hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga merusak jaringan pipa air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Ironisnya, ketika api melalap kawasan hutan, warga di kaki gunung justru harus menghadapi persoalan lain: kesulitan mendapatkan air untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan laporan pada 20 Oktober 2026, kerusakan jaringan pipa mencapai sekitar 5,2 kilometer.

Dampak paling nyata dirasakan warga Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Menurut laporan detikJatim, sekitar 2.900 kepala keluarga terdampak akibat kerusakan pipa yang mengalirkan air dari sumber mata air menuju tempat penampungan. Warga yang terdampak tersebar di Dusun Tonggowa, Dusun Cowek, dan Dusun Tegal Kidul. Sementara itu, Desa Dayurejo di Kecamatan Prigen juga dilaporkan mengalami gangguan pasokan air. Jaringan yang melayani Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, turut diperiksa untuk memastikan tingkat kerusakannya.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran hutan tidak berhenti pada pohon yang hangus atau lahan yang menghitam. Kerusakan infrastruktur air dapat langsung mengganggu kehidupan ribuan keluarga. Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyiapkan anggaran untuk memperbaiki jaringan pipa dan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki selama proses pemulihan. Namun, bagi warga yang harus mengatur persediaan air setiap hari, pemulihan jaringan tentu menjadi hal yang mendesak.

Ironisnya, hutan yang terbakar bukan hanya meninggalkan asap dan lahan rusak, tetapi juga membuat warga kesulitan memperoleh air bersih. Jangan sampai masyarakat harus ikut menanggung “tagihan” bencana berupa hilangnya akses terhadap kebutuhan paling mendasar. Penanganan kebakaran perlu berjalan beriringan dengan pemulihan jaringan air dan perlindungan kawasan hutan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Sebab, ketika air bersih ikut terputus, dampak kebakaran tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan kehidupan masyarakat.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kebakaran-di-pegunungan-mengapa-ribuan-warga-pasuruan-ikut-terdampak

Tong Biru Naik Kelas, Bukan Lagi Tempat Sampah: Rp934 Juta Ditemukan di Rumah Adik Bupati Klaten

Tong Biru Naik Kelas, Bukan Lagi Tempat Sampah: Rp934 Juta Ditemukan di Rumah Adik Bupati Klaten

Tong Biru Naik Kelas, Bukan Lagi Tempat Sampah: Rp934 Juta Ditemukan di Rumah Adik Bupati Klaten

Sebuah tong plastik berwarna biru mendadak menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan uang tunai senilai Rp934 juta di dalamnya. Benda yang biasanya identik dengan tempat penyimpanan barang justru menjadi salah satu barang bukti dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Temuan ini diumumkan KPK pada Jumat, 16 Oktober 2026, dan langsung menarik perhatian publik.

Uang tersebut ditemukan di kediaman Hanaku Agni Sadewo, adik kandung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa uang senilai Rp934 juta itu disimpan dalam tong biru di rumah yang bersangkutan. Pemandangan ini memunculkan sindiran di tengah masyarakat: ketika uang ratusan juta disimpan dalam tong, yang menjadi pertanyaan bukan lagi ukuran wadahnya, melainkan asal-usul uang di dalamnya.

KPK juga mengungkap bahwa total uang tunai yang diamankan dalam rangkaian OTT tersebut mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Barang bukti itu mencakup sekitar Rp300 juta dalam sejumlah amplop serta 5.972 yuan atau setara kurang lebih Rp16 juta. Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, dan pihak swasta Muhammad Amin Wahyu Utomo. Perkara yang ditangani berkaitan dengan dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Klaten.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyimpanan uang dalam wadah sederhana tidak menghilangkan kewajiban untuk menjelaskan sumber dan peruntukannya. Namun, proses hukum tetap harus menjadi dasar untuk menentukan tanggung jawab masing-masing pihak. Tong biru itu boleh jadi terlihat biasa, tetapi temuan ratusan juta rupiah di dalamnya membuat publik kembali bertanya: bagaimana uang sebanyak itu bisa tersimpan di sana, dan apa sebenarnya rangkaian peristiwa di baliknya?


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/tong-biru-naik-kelas-bukan-lagi-tempat-sampah-rp934-juta-ditemukan-di-rumah-adik-bupati-klaten

Bukan Sekadar Bertani, Panen Raya Bantu Kelola Usaha dari Lahan hingga Transaksi

Bukan Sekadar Bertani, Panen Raya Bantu Kelola Usaha dari Lahan hingga Transaksi

Bukan Sekadar Bertani, Panen Raya Bantu Kelola Usaha dari Lahan hingga Transaksi

Dunia pertanian terus berkembang seiring hadirnya teknologi digital yang membantu berbagai aktivitas menjadi lebih praktis. Petani tidak hanya perlu memperhatikan proses penanaman dan kualitas hasil panen, tetapi juga harus mengelola data, mencatat transaksi, serta memastikan kegiatan usaha berjalan dengan teratur. Pengelolaan yang baik menjadi salah satu hal penting agar usaha pertanian dapat berkembang dan lebih mudah dipantau.

Di tengah tantangan tersebut, pemanfaatan teknologi dapat menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual. Data yang tersusun dengan baik membantu pelaku usaha pertanian memantau aktivitasnya, meninjau informasi yang dibutuhkan, dan mengelola pekerjaan sehari-hari secara lebih terarah. Digitalisasi pun membuka peluang bagi sektor pertanian untuk beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang semakin dinamis.

Salah satu solusi digital yang dapat dikenali oleh pelaku usaha pertanian adalah Aplikasi Panen Raya, yang dapat diakses melalui panenrayakita.id. Aplikasi ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin memanfaatkan teknologi dalam mendukung pengelolaan data dan transaksi usaha pertanian. Dengan pengelolaan informasi yang lebih terstruktur, aktivitas operasional diharapkan dapat dilakukan secara lebih praktis dan mudah dipantau.

Melalui pemanfaatan Aplikasi Panen Raya, pelaku usaha pertanian memiliki peluang untuk membangun pengelolaan bisnis yang lebih tertata sesuai kebutuhan operasionalnya. Teknologi seperti ini dapat mendukung proses kerja yang lebih efisien sekaligus membantu pengguna beradaptasi dengan perkembangan digital. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fitur yang tersedia, pengguna dapat mengunjungi situs resmi Panen Raya dan menyesuaikannya dengan kebutuhan usaha masing-masing.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bukan-sekadar-bertani-panen-raya-bantu-kelola-usaha-dari-lahan-hingga-transaksi

Saat Warga Butuh Bantuan Bencana, Dana Darurat Malah Terseret Dugaan Korupsi?

Saat Warga Butuh Bantuan Bencana, Dana Darurat Malah Terseret Dugaan Korupsi?

Saat Warga Butuh Bantuan Bencana, Dana Darurat Malah Terseret Dugaan Korupsi?

JAKARTA, 17 Oktober 2026 — Di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan ketika bencana melanda, dugaan korupsi dana darurat justru menjadi sorotan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan penyimpangan penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kasus ini menjadi ironi karena anggaran yang seharusnya mendukung penanganan keadaan darurat diduga dimanfaatkan melalui praktik penyalahgunaan wewenang dan suap dalam pengadaan barang dan jasa. Kritiknya sederhana: dana untuk menghadapi bencana semestinya mengutamakan keselamatan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam perkembangannya, penyidik menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni Bima Setiawan, Richard Erlangga, Gabriel Purwaka Sigit, Syifa Nrika Ghifarin, dan Gery Prasetiawan. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan konflik kepentingan dalam pengadaan serta penerimaan suap dari pihak penyedia. Menurut keterangan KPK yang diberitakan ANTARA pada 16 Oktober 2026, pengadaan melalui penunjukan langsung pada periode 2024–2026 menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik.

Besarnya nilai pengadaan yang disorot juga menambah perhatian publik. KPK menduga nilai pengadaan yang berkaitan dengan penyedia terafiliasi mencapai sekitar Rp148 miliar. Dalam rangkaian penyidikan, KPK turut menyita barang bukti senilai sekitar Rp5,47 miliar, berupa uang tunai, mata uang asing, emas, dan aset kripto. Penyidik juga menelusuri dugaan pemanfaatan dana yang mengalir ke perusahaan terafiliasi untuk kepentingan pribadi. Namun, nilai pengadaan tersebut bukan berarti seluruhnya merupakan kerugian negara, sementara barang bukti yang disita juga tidak otomatis sama dengan total kerugian negara.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan anggaran kebencanaan membutuhkan pengawasan ketat, transparansi, dan pertanggungjawaban yang jelas. Dana Siap Pakai disediakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam situasi darurat, sehingga setiap penyimpangan berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap penanganan bencana. KPK masih mendalami dokumen pengadaan dan aliran dana untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. Pada tahap ini, dugaan terhadap para tersangka harus tetap dibedakan dari putusan pengadilan. Sebab, ketika masyarakat sedang berjuang menghadapi bencana, yang paling dibutuhkan adalah bantuan tepat sasaran dan pengelolaan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/saat-warga-butuh-bantuan-bencana-dana-darurat-malah-terseret-dugaan-korupsi

Kasir Tak Lagi Sibuk Menghitung, Aposerba Bantu Pemilik Usaha Melihat Gambaran Bisnisnya

Kasir Tak Lagi Sibuk Menghitung, Aposerba Bantu Pemilik Usaha Melihat Gambaran Bisnisnya

Kasir Tak Lagi Sibuk Menghitung, Aposerba Bantu Pemilik Usaha Melihat Gambaran Bisnisnya

Mengelola usaha bukan hanya soal menjual produk dan melayani pelanggan. Di balik aktivitas jual beli, pemilik usaha juga perlu memastikan pencatatan transaksi, pengelolaan stok, serta laporan keuangan berjalan dengan baik. Jika semua dilakukan secara manual, pekerjaan dapat menyita banyak waktu dan meningkatkan risiko kesalahan pencatatan, terutama ketika jumlah transaksi semakin bertambah.

Kondisi tersebut membuat penggunaan teknologi digital semakin relevan bagi pelaku usaha, mulai dari toko kelontong hingga bisnis ritel yang memiliki banyak produk. Sistem yang terorganisasi dapat membantu pemilik usaha memantau aktivitas operasional dengan lebih mudah, sehingga waktu dan tenaga bisa dialihkan untuk meningkatkan pelayanan pelanggan serta mengembangkan bisnis.

Salah satu solusi digital yang dapat dipertimbangkan adalah Aposerba, aplikasi kasir digital yang dapat diakses melalui aposerba.com. Aposerba hadir sebagai pilihan bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses transaksi dan pengelolaan kegiatan bisnis. Dengan sistem kasir digital, proses pencatatan penjualan dapat menjadi lebih praktis dibandingkan mengandalkan catatan manual sepenuhnya.

Melalui pemanfaatan Aposerba, pelaku usaha dapat mulai membangun kebiasaan pengelolaan bisnis yang lebih tertata dan mengikuti perkembangan teknologi. Penggunaan aplikasi kasir digital juga dapat menjadi langkah untuk mendukung efisiensi operasional sehari-hari. Sebelum menggunakannya, pemilik usaha dapat mengunjungi situs resmi Aposerba untuk mempelajari fitur yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis masing-masing.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kasir-tak-lagi-sibuk-menghitung-aposerba-bantu-pemilik-usaha-melihat-gambaran-bisnisnya

Negara Lain Sibuk Bikin Teknologi Canggih, di Lumajang Malah Ribut soal Santet!

Negara Lain Sibuk Bikin Teknologi Canggih, di Lumajang Malah Ribut soal Santet!

Negara Lain Sibuk Bikin Teknologi Canggih, di Lumajang Malah Ribut soal Santet!

Lumajang, Jawa Timur — 16 Oktober 2026. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, perselisihan warga yang dikaitkan dengan tuduhan santet di Lumajang justru menyita perhatian. Persoalan tersebut menjadi sorotan setelah muncul tuntutan sumpah pocong sebagai bagian dari konflik antarwarga. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan: ketika banyak persoalan nyata membutuhkan perhatian, mengapa masyarakat masih bisa terjebak dalam perselisihan yang berawal dari tuduhan yang belum terbukti?

Tuntutan sumpah pocong menjadi bagian paling menyita perhatian dalam persoalan tersebut. Dalam tradisi yang dikenal di sejumlah daerah di Indonesia, sumpah pocong dikaitkan dengan pernyataan sumpah di bawah keyakinan agama untuk menegaskan kebenaran suatu pengakuan. Namun, sumpah semacam ini bukan pengganti proses pembuktian hukum. Tuduhan santet tetap harus diperlakukan sebagai tuduhan, bukan fakta yang dapat dibenarkan hanya karena seseorang bersedia atau menolak menjalani ritual tersebut.

Persoalan ini juga melibatkan penjelasan dari kepala desa setempat. Untuk memahami duduk perkaranya, kronologi awal perselisihan, keterangan masing-masing pihak, serta upaya penyelesaian yang ditempuh perlu diperiksa secara cermat. Tanpa informasi yang terverifikasi, publik sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan siapa yang benar atau salah. Konflik yang berkembang akibat prasangka justru berisiko merusak hubungan sosial dan memperpanjang ketegangan di lingkungan warga.

Sindiran terhadap fenomena ini bukan berarti merendahkan tradisi atau keyakinan masyarakat, melainkan mengajak publik berpikir kritis ketika menghadapi tuduhan serius. Saat dunia berlomba mengembangkan kecerdasan buatan, kendaraan canggih, dan teknologi kesehatan, konflik sosial seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukti, dan jalur hukum yang tepat. Sebab, kemajuan bukan hanya soal seberapa canggih teknologi yang diciptakan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menyelesaikan masalah tanpa saling menuduh dan memperkeruh keadaan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/negara-lain-sibuk-bikin-teknologi-canggih-di-lumajang-malah-ribut-soal-santet

Semeru Lagi-Lagi Erupsi! Manusia Masih Suka Cari Pemandangan, Alam Sudah Kasih Peringatan

Semeru Lagi-Lagi Erupsi! Manusia Masih Suka Cari Pemandangan, Alam Sudah Kasih Peringatan

Semeru Lagi-Lagi Erupsi! Manusia Masih Suka Cari Pemandangan, Alam Sudah Kasih Peringatan

Lumajang, Jawa Timur, 17 Oktober 2026 — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Sabtu pagi. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pukul 06.35 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 800 meter di atas puncak. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal teramati condong ke arah barat. Bagi warga di sekitar gunung, kabar ini bukan sekadar tontonan alam, melainkan pengingat bahwa aktivitas vulkanik tidak bisa dianggap remeh.

Aktivitas Gunung Semeru kali ini juga menjadi perhatian karena gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut masih berstatus Level III atau Siaga. Dalam laporan yang sama, erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 30 detik. Jadi, meskipun abu yang membubung ke langit terlihat menarik dalam foto atau video, menjadikan erupsi sebagai bahan wisata dadakan jelas bukan ide yang patut ditiru.

PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter karena awan panas dan aliran lahar berpotensi meluas hingga 17 kilometer dari puncak. Selain itu, kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah harus dihindari karena berisiko terkena lontaran batu pijar. Dengan kata lain, jangan sampai demi konten yang terlihat keren, keselamatan justru dijadikan taruhan.

Bagi masyarakat di wilayah Lumajang, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru, kewaspadaan perlu terus dijaga. Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dapat membahayakan warga, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Alam tidak bisa diajak bercanda, jadi lebih baik mengikuti arahan petugas daripada sibuk mencari sudut terbaik untuk merekam letusan. Sebab, video bisa diambil kapan saja, tetapi keselamatan tidak punya tombol ulang.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/semeru-lagi-lagi-erupsi-manusia-masih-suka-cari-pemandangan-alam-sudah-kasih-peringatan

Kuliah Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Belajar yang Lebih Praktis!

Kuliah Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Belajar yang Lebih Praktis!

Kuliah Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Belajar yang Lebih Praktis!

Menjadi mahasiswa jurusan akuntansi bukan hanya tentang menghafal debit dan kredit. Ada banyak materi yang perlu dipahami, mulai dari penyusunan laporan keuangan, perpajakan, audit, hingga analisis transaksi bisnis. Tidak sedikit mahasiswa yang merasa kesulitan ketika harus menghubungkan teori di kelas dengan penerapannya di dunia kerja. Karena itu, metode belajar yang praktis, fleksibel, dan mudah dipahami menjadi kebutuhan penting agar mahasiswa dapat mempelajari materi secara lebih efektif.

Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, proses belajar kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas dan buku cetak. Mahasiswa dapat memanfaatkan platform pembelajaran digital untuk memperluas pemahaman, mengulang materi, serta menyesuaikan waktu belajar dengan aktivitas perkuliahan. Pendekatan ini juga membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi ujian, tugas kuliah, dan tantangan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia profesional.

Salah satu platform yang dapat dikenal lebih lanjut adalah ACC Learning, yang menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis digital. Bagi mahasiswa akuntansi, platform pembelajaran seperti ini dapat menjadi pilihan untuk mendukung proses belajar di luar perkuliahan formal. Melalui pemanfaatan teknologi, kegiatan belajar diharapkan terasa lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan pengetahuan maupun keterampilan.

Dengan memanfaatkan ACC Learning, mahasiswa dapat mengeksplorasi pengalaman belajar digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi diri. Agar penggunaannya benar-benar sesuai kebutuhan, mahasiswa sebaiknya memeriksa materi, fitur, serta program pembelajaran yang tersedia di platform tersebut. Dengan memilih sumber belajar yang tepat dan tetap berlatih mengerjakan soal serta studi kasus akuntansi, mahasiswa dapat membangun pemahaman yang lebih kuat sebagai bekal memasuki dunia kerja.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kuliah-akuntansi-tak-harus-bikin-pusing-ada-cara-belajar-yang-lebih-praktis

Hutan Terbakar, Nyawa Jadi Taruhan: Tragedi Karhutla Bromo yang Tak Bisa Dianggap Biasa

Hutan Terbakar, Nyawa Jadi Taruhan: Tragedi Karhutla Bromo yang Tak Bisa Dianggap Biasa

Hutan Terbakar, Nyawa Jadi Taruhan: Tragedi Karhutla Bromo yang Tak Bisa Dianggap Biasa

PROBOLINGGO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berakhir tragis. Enam personel yang berupaya memadamkan api dilaporkan terjebak dalam kepungan kobaran api pada Kamis, 15 Oktober 2026. Hingga Jumat, 16 Oktober 2026, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang, sementara dua korban lainnya mengalami luka serius. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa upaya memadamkan kebakaran di kawasan hutan menyimpan risiko besar bagi petugas maupun relawan.

Insiden tersebut terjadi ketika petugas gabungan berupaya menangani titik kebakaran di kawasan Mentigen dan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura. Berdasarkan laporan media setempat, enam personel yang terlibat terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS dan pekerja keamanan hotel di kawasan Bromo. Pada laporan awal, tiga orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar. Namun, kondisi korban kemudian berubah setelah Hendra Rony Wagiyanata, petugas TNBTS yang sempat mendapatkan perawatan medis, dilaporkan meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang.

Empat korban meninggal yang dilaporkan adalah Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, Sefriel Ardiansyah, dan Hendra Rony Wagiyanata. Sefriel dan Wisnu diketahui merupakan pekerja keamanan hotel, sedangkan Sukaris dan Hendra merupakan petugas TNBTS. Dua korban lainnya, Munawi dan Suraji, dilaporkan mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis. Informasi mengenai para korban dan perkembangan jumlah korban tersebut diberitakan oleh ANTARA serta sejumlah media nasional dan daerah.

Di balik tragedi ini, penyebab pasti para petugas dan pekerja tersebut terjebak api masih perlu dipastikan melalui penyelidikan. Polda Jawa Timur menyatakan bahwa tim Inafis dan penyidik Polres Probolinggo telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi. Karena proses penyelidikan masih berlangsung, penyebab kebakaran maupun kemungkinan adanya kelalaian tidak sepatutnya disimpulkan lebih awal.

Kejadian di Bromo menyisakan pertanyaan penting tentang keselamatan dalam penanganan kebakaran hutan, mulai dari pemantauan arah angin, jalur evakuasi, komunikasi antarpersonel, hingga kesiapan menghadapi perubahan kondisi api. Di tengah upaya menjaga kawasan konservasi, keselamatan manusia tetap harus menjadi prioritas. Api mungkin dapat dipadamkan, tetapi kehilangan empat nyawa menjadi duka yang tidak bisa dianggap sebagai risiko biasa dalam sebuah operasi penanganan bencana.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/hutan-terbakar-nyawa-jadi-taruhan-tragedi-karhutla-bromo-yang-tak-bisa-dianggap-biasa

Dompet Makin Tipis, Cabai Malah Makin Pedas: Belanja Dapur Bikin Pusing?

Dompet Makin Tipis, Cabai Malah Makin Pedas: Belanja Dapur Bikin Pusing?

Dompet Makin Tipis, Cabai Malah Makin Pedas: Belanja Dapur Bikin Pusing?

Harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat karena pengeluaran rumah tangga tidak hanya bergantung pada harga beras, tetapi juga cabai, daging, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indonesia pada September 2026 tercatat sebesar 3,28 persen secara tahunan, sedangkan inflasi bulanan mencapai 0,30 persen. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan harga masih terasa, meskipun dampaknya terhadap setiap keluarga dapat berbeda sesuai pola konsumsi dan wilayah tempat tinggal.

Salah satu komoditas yang mengalami tekanan harga cukup besar adalah cabai. Laporan Dewan Ekonomi Nasional pada minggu kedua Oktober 2026 mencatat harga cabai merah naik 35,1 persen secara bulanan, sementara cabai rawit meningkat 15,2 persen. Kenaikan tersebut dikaitkan dengan berkurangnya pasokan akibat penurunan produksi dan kondisi cuaca. Tak heran jika belanja dapur terkadang terasa seperti ujian kesabaran: baru membeli beberapa bahan makanan, uang belanja sudah berkurang cukup banyak. Namun, perubahan harga tidak selalu sama di setiap daerah maupun pasar.

Kondisi ini membuat keluarga perlu lebih cermat dalam mengatur anggaran. Membuat daftar belanja, membandingkan harga di beberapa tempat, menentukan menu mingguan, dan membeli bahan makanan sesuai kebutuhan dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Masyarakat juga bisa mempertimbangkan bahan pangan alternatif dengan nilai gizi yang seimbang ketika harga komoditas tertentu meningkat. Langkah sederhana tersebut memang tidak langsung menurunkan harga pasar, tetapi dapat membantu menjaga pengeluaran rumah tangga agar tidak semakin membengkak.

Pada akhirnya, persoalan harga kebutuhan pokok bukan sekadar urusan mahal atau murah, melainkan juga tentang kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan pendapatan yang tersedia. Pemerintah perlu terus memantau pasokan, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga, sementara masyarakat dapat menyesuaikan strategi belanja sesuai kondisi keuangan masing-masing. Sebab, kalau harga bahan makanan terus berubah, yang dibutuhkan keluarga bukan hanya kemampuan berhitung saat membayar di kasir, tetapi juga kebijakan yang mampu menjaga agar kebutuhan dasar tetap terjangkau.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/dompet-makin-tipis-cabai-malah-makin-pedas-belanja-dapur-bikin-pusing

Kursi Jabatan Kembali Berubah, Siapa yang Mendapat Kepercayaan Prabowo?

Kursi Jabatan Kembali Berubah, Siapa yang Mendapat Kepercayaan Prabowo?

Kursi Jabatan Kembali Berubah, Siapa yang Mendapat Kepercayaan Prabowo?

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan jajaran pemerintahan dengan melantik sembilan pejabat baru di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Perubahan ini mencakup sejumlah posisi strategis di kementerian, lembaga negara, dan lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan kepemimpinan pemerintahan yang menarik perhatian publik, terutama karena beberapa jabatan berkaitan langsung dengan pertahanan, penanggulangan bencana, dan pengelolaan lingkungan.

Salah satu perubahan penting terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi dilantik sebagai kepala BNPB menggantikan Letnan Jenderal TNI Suharyanto. Pergantian ini berlangsung ketika Indonesia menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Dalam situasi tersebut, kepemimpinan BNPB memiliki peran penting dalam koordinasi penanganan bencana, kesiapsiagaan, serta upaya melindungi masyarakat terdampak.

Di sektor pertahanan, Prabowo melantik Marsekal TNI Yusuf Djauhari dan Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Sementara itu, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Maruli kemudian mendapat penugasan sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Perubahan tersebut menempatkan sejumlah perwira tinggi pada posisi baru dengan tanggung jawab strategis masing-masing.

Selain itu, Presiden melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Prabowo juga menunjuk Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional serta Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai wakil kepala badan tersebut. Dengan susunan baru ini, perhatian publik tertuju pada bagaimana para pejabat akan menjalankan tugas, menerjemahkan arahan presiden menjadi program kerja, dan meningkatkan kinerja lembaga yang dipimpin.

Perombakan jabatan bukan hanya soal siapa yang menempati kursi pemerintahan, melainkan juga hasil kerja yang diharapkan masyarakat. Publik tentu menantikan langkah konkret dalam menangani bencana, memperkuat pertahanan, menjaga lingkungan, dan meningkatkan pelayanan publik. Meski pergantian pejabat dapat membuka peluang pembaruan, efektivitasnya tetap perlu dinilai melalui kebijakan, transparansi, serta hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat. Pada akhirnya, kepercayaan yang diberikan melalui pelantikan harus dibuktikan dengan kinerja nyata, bukan sekadar perubahan nama dan jabatan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kursi-jabatan-kembali-berubah-siapa-yang-mendapat-kepercayaan-prabowo

Kursi Bupati Bukan Kursi Kebal! KPK Bergerak di Klaten, Uang Rp1 Miliar Jadi Sorotan

Kursi Bupati Bukan Kursi Kebal! KPK Bergerak di Klaten, Uang Rp1 Miliar Jadi Sorotan

Kursi Bupati Bukan Kursi Kebal! KPK Bergerak di Klaten, Uang Rp1 Miliar Jadi Sorotan

Jabatan kepala daerah memang memberikan kewenangan besar, tetapi bukan berarti pemegangnya kebal dari pemeriksaan hukum. Hal itu menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo termasuk pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. KPK juga mengamankan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dan pihak swasta untuk menjalani pemeriksaan. Peristiwa ini sontak menjadi perhatian publik karena menyangkut pejabat yang seharusnya menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurut keterangan KPK yang diberitakan ANTARA dan detikcom pada 16 Oktober 2026, sebanyak 20 orang diamankan dalam operasi tersebut, termasuk Hamenang dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah. Penyidik juga menyita uang tunai yang berdasarkan penghitungan awal mencapai sekitar Rp1 miliar. KPK mendalami dugaan penerimaan terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lain di lingkungan organisasi perangkat daerah. Selain itu, penyidik mengusut dugaan pemberian uang kepada pihak BPK yang berkaitan dengan audit laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten. Seluruh dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum.

Kasus ini memunculkan pertanyaan penting mengenai pengawasan proyek pemerintah dan independensi pemeriksaan keuangan daerah. Pengadaan barang dan jasa serta audit laporan keuangan semestinya berjalan transparan agar anggaran publik digunakan sesuai peruntukannya. Jika dugaan penyimpangan terbukti, dampaknya bukan hanya menyangkut pihak yang terlibat, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan. Sindiran bahwa jabatan bukan kartu bebas pemeriksaan terasa relevan dalam situasi ini. Namun, kritik terhadap pejabat tetap perlu berpijak pada fakta, bukan pada kesimpulan yang mendahului putusan hukum.

Hingga laporan yang dirujuk pada Jumat, 16 Oktober 2026, KPK menyatakan perkara telah naik ke tahap penyidikan dan tersangka telah ditetapkan, tetapi identitas serta peran masing-masing pihak masih menunggu pengumuman resmi pada konferensi pers. Karena itu, status hukum setiap orang harus mengikuti keterangan terbaru dari KPK dan proses peradilan. Masyarakat berhak mengetahui perkembangan perkara yang menyangkut pejabat publik, sementara asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati. Sebab, dalam urusan uang negara, yang dibutuhkan bukan sekadar janji bersih atau jabatan mentereng, melainkan pertanggungjawaban yang dapat diuji secara hukum.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kursi-bupati-bukan-kursi-kebal-kpk-bergerak-di-klaten-uang-rp1-miliar-jadi-sorotan

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Mengelola pemerintahan desa bukan hanya soal menjalankan administrasi, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib, cepat, dan mudah diakses. Di tengah perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan sistem kerja yang lebih praktis semakin penting. Perangkat desa dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman agar pekerjaan administratif tidak terus menyita waktu dan menghambat pelayanan kepada warga.

Selama ini, berbagai urusan pemerintahan desa dapat melibatkan pencatatan data, pengelolaan dokumen, serta koordinasi antarperangkat. Jika proses tersebut masih dilakukan secara terpisah, pekerjaan berisiko menjadi kurang efisien dan membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pilihan untuk membantu desa membangun tata kelola yang lebih terorganisasi, sekaligus mendukung pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu solusi digital yang dapat dilirik adalah Merpati Si Kades, sebuah aplikasi yang diperkenalkan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan pemerintahan desa. Melalui pendekatan berbasis teknologi, aplikasi ini dapat menjadi pilihan bagi desa yang ingin mulai menata proses kerja secara lebih modern. Informasi mengenai produk ini dapat dilihat melalui halaman Merpati Si Kades, sehingga calon pengguna dapat mengenal layanan yang ditawarkan sebelum mempertimbangkan penerapannya sesuai kebutuhan desa.

Kehadiran Merpati Si Kades membawa perhatian pada pentingnya digitalisasi dalam membangun pelayanan desa yang lebih praktis dan terarah. Dengan memilih sistem yang sesuai, pemerintah desa berpeluang meningkatkan keteraturan administrasi dan mendukung koordinasi pekerjaan sehari-hari. Pada akhirnya, transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah untuk mendorong pengelolaan desa yang lebih siap menghadapi kebutuhan masyarakat masa kini.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/masih-serba-manual-mungkin-ini-alasan-merpati-si-kades-patut-dilirik

Karhutla Belum Selesai, Hutan Rusak 12,7 Juta Hektare Malah Dilirik untuk Biofuel?

Karhutla Belum Selesai, Hutan Rusak 12,7 Juta Hektare Malah Dilirik untuk Biofuel?

Karhutla Belum Selesai, Hutan Rusak 12,7 Juta Hektare Malah Dilirik untuk Biofuel?

JAKARTA – Saat persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman, muncul gagasan pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan terdegradasi untuk produksi bahan bakar nabati. Gagasan ini disampaikan Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto, dalam Investor Daily Summit 2026 pada 7 Oktober 2026.

Hashim menyebut lahan hutan yang telah rusak dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi biofuel B50 hingga B100 sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil. Namun, gagasan tersebut tidak berarti seluruh lahan akan ditanami kelapa sawit. Jenis tanaman dan skema pemanfaatannya masih membutuhkan kejelasan.

Kalau hutan rusak harus diselamatkan, mengapa pemanfaatannya untuk produksi energi justru menjadi sorotan? Lahan terdegradasi memang berpotensi memberikan nilai ekonomi, tetapi perkebunan monokultur tidak otomatis menggantikan fungsi hutan alam dalam menjaga keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, dan mengatur tata air.

Pemerintah perlu menjelaskan lokasi, status lahan, serta rencana pemulihannya agar program biofuel tidak menimbulkan kerusakan baru. Sebab, jangan sampai ketika hutan terbakar kita sibuk memadamkan api, tetapi ketika lahannya dibicarakan, yang lebih dulu terbayang justru potensi produksinya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/karhutla-belum-selesai-hutan-rusak-127-juta-hektare-malah-dilirik-untuk-biofuel

Perahu Pulang Tanpa Pemilik! Dua Nelayan Lansia di Pacitan Mendadak Hilang

Perahu Pulang Tanpa Pemilik! Dua Nelayan Lansia di Pacitan Mendadak Hilang

Perahu Pulang Tanpa Pemilik! Dua Nelayan Lansia di Pacitan Mendadak Hilang

PACITAN, JAWA TIMUR – Perahu ditemukan tanpa penumpang di sekitar perairan Pantai Watu Murep, Kabupaten Pacitan. Dua nelayan lanjut usia, Mislan (68) dan Budianto (65), warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, dilaporkan hilang setelah melaut. Hingga Rabu, 14 Oktober 2026, keberadaan keduanya belum diketahui.

Berdasarkan informasi awal, keduanya diperkirakan hendak kembali ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang pada Senin malam, 12 Oktober 2026. Namun, perjalanan pulang diduga terkendala jarak pandang yang terbatas pada malam hari serta gelombang laut yang tinggi. Meski demikian, penyebab pasti hilangnya kedua nelayan tersebut belum diketahui.

Tim SAR gabungan menerima laporan pada Selasa pagi dan melakukan pencarian dengan melibatkan BPBD Kabupaten Pacitan, Polres Pacitan, unsur TNI, serta komunitas nelayan setempat. Kondisi gelombang tinggi menjadi kendala sehingga penyisiran di tengah laut belum dapat dilakukan secara maksimal. Untuk sementara, pencarian difokuskan pada pemantauan dari darat dan sepanjang pesisir pantai.

Hingga laporan terbaru pada 14 Oktober 2026, tim gabungan masih berupaya menemukan Mislan dan Budianto. Pencarian di laut akan disesuaikan dengan kondisi cuaca demi menjaga keselamatan petugas. Keluarga dan warga setempat masih menantikan kabar keduanya, sementara penyebab hilangnya kedua nelayan tersebut masih menjadi tanda tanya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/perahu-pulang-tanpa-pemilik-dua-nelayan-lansia-di-pacitan-mendadak-hilang

Misteri Kerangka Bocah Perempuan di Cianjur: Leher Terlilit Tambang, Identitas Masih Jadi Teka-Teki

Misteri Kerangka Bocah Perempuan di Cianjur: Leher Terlilit Tambang, Identitas Masih Jadi Teka-Teki

Misteri Kerangka Bocah Perempuan di Cianjur: Leher Terlilit Tambang, Identitas Masih Jadi Teka-Teki

CIANJUR – Penemuan jasad anak perempuan yang kondisinya telah menjadi kerangka di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyisakan misteri. Polisi menemukan lilitan tali tambang di bagian leher korban, sementara identitas serta penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan.

Jasad tersebut ditemukan warga di Desa Cibaregbeg pada Minggu, 11 Oktober 2026. Mengutip keterangan kepolisian yang diberitakan ANTARA dan Liputan6.com, korban diperkirakan berusia sekitar 8–10 tahun dengan tinggi kerangka kurang lebih 94 sentimeter. Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaus lengan panjang berwarna biru atau hijau toska, sebagaimana disebutkan dalam laporan media. Kondisi jasad yang telah membusuk membuat proses identifikasi menjadi perhatian utama penyidik.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa pemeriksaan luar menemukan lilitan tali pada bagian leher korban. Namun, temuan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian. Pemeriksaan awal juga belum menemukan tanda penganiayaan yang dapat memastikan dugaan tindak kekerasan. Polisi masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Sayang Cianjur untuk memperoleh informasi medis yang lebih jelas sekaligus membantu mengungkap identitas korban.

Hingga laporan terbaru pada 14 Oktober 2026, polisi masih mendalami kronologi penemuan dan mengumpulkan informasi untuk mengungkap peristiwa tersebut. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diimbau menghubungi Polres Cianjur atau pihak RSUD Sayang Cianjur guna membantu proses identifikasi. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap keselamatan anak, sekaligus perlunya menunggu hasil penyelidikan resmi agar tidak muncul spekulasi mengenai penyebab kematian maupun pihak yang bertanggung jawab.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/misteri-kerangka-bocah-perempuan-di-cianjur-leher-terlilit-tambang-identitas-masih-jadi-teka-teki

Sekali Kirim, Banyak yang Membaca? Ini Rahasia di Balik Strategi Promosi Digital yang Bikin Penasaran

Sekali Kirim, Banyak yang Membaca? Ini Rahasia di Balik Strategi Promosi Digital yang Bikin Penasaran

Sekali Kirim, Banyak yang Membaca? Ini Rahasia di Balik Strategi Promosi Digital yang Bikin Penasaran

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, menarik perhatian calon pelanggan bukan lagi perkara memasang iklan semata. Pelaku usaha perlu menemukan cara berkomunikasi yang lebih dekat, cepat, dan tepat sasaran. Salah satu saluran yang banyak digunakan masyarakat sehari-hari adalah WhatsApp, aplikasi pesan yang memungkinkan bisnis menjangkau pelanggan secara langsung. Tak heran jika komunikasi melalui pesan menjadi salah satu strategi yang dipertimbangkan untuk memperkenalkan produk, menyampaikan informasi, hingga menjaga hubungan dengan pelanggan.

Namun, bagaimana jika sebuah bisnis perlu menyampaikan informasi promosi kepada banyak pelanggan tanpa harus mengetik dan mengirim pesan satu per satu? Di sinilah strategi komunikasi digital mulai memainkan peran penting. Dengan pengelolaan pesan yang terencana, bisnis dapat menghemat waktu, menjaga konsistensi informasi, dan menyusun kampanye promosi secara lebih terarah. Meski begitu, keberhasilan promosi tetap bergantung pada isi pesan yang relevan, waktu pengiriman, serta kesediaan penerima untuk menerima informasi tersebut.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah WA Blasting, layanan yang membantu bisnis mengirimkan pesan WhatsApp secara massal untuk kebutuhan promosi maupun penyampaian informasi. Melalui layanan ini, pelaku usaha dapat menyusun pesan untuk menjangkau pelanggan dalam satu kegiatan komunikasi yang lebih terorganisasi. Informasi mengenai layanan WA Blasting dapat dilihat melalui halaman produk BWI sebagai langkah awal untuk mengenal solusi yang ditawarkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis.

Lantas, apakah WA Blasting bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran yang lebih efektif? Potensinya terletak pada kemampuan membantu bisnis mengelola komunikasi dengan pelanggan secara lebih praktis, terutama ketika ada informasi produk, penawaran, atau pengumuman yang perlu disampaikan. Agar penggunaannya tetap profesional, bisnis perlu memperhatikan persetujuan penerima, relevansi pesan, serta ketentuan penggunaan WhatsApp. Dengan strategi yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung promosi digital tanpa mengabaikan kenyamanan pelanggan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sekali-kirim-banyak-yang-membaca-ini-rahasia-di-balik-strategi-promosi-digital-yang-bikin-penasaran

Sawah Mau Jadi Markas Tentara? Petani Sukabumi Jangan Sampai Cuma Kebagian Debu Pembangunan

Sawah Mau Jadi Markas Tentara? Petani Sukabumi Jangan Sampai Cuma Kebagian Debu Pembangunan

Sawah Mau Jadi Markas Tentara? Petani Sukabumi Jangan Sampai Cuma Kebagian Debu Pembangunan

SUKABUMI – Rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 345/Maung Sancang di kawasan Baru Ajol, Desa Sudajaya Girang, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan. Pasalnya, lahan yang direncanakan untuk pembangunan tersebut selama ini digarap oleh masyarakat untuk kegiatan pertanian. Rencana ini pun memunculkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan mata pencaharian petani dan kepastian penggunaan lahan. Ironisnya, pembangunan yang membawa nama teritorial dan pembangunan justru memunculkan pertanyaan mendasar: bagaimana nasib warga yang selama ini menggantungkan hidup dari tanah tersebut?

Sorotan terhadap rencana itu menguat setelah petani dan kelompok pemerhati masyarakat meminta pemerintah mempertimbangkan dampak sosial serta ekonomi sebelum menentukan penggunaan lahan. Dalam pemberitaan Sukabumi Update pada 9 Oktober 2026, Forum Aktivis Sukabumi untuk Rakyat menyoroti keberadaan ratusan keluarga yang disebut menggantungkan penghasilan dari lahan garapan tersebut. Mereka meminta pemerintah mencari solusi yang tidak merugikan masyarakat kecil, termasuk mempertimbangkan lokasi alternatif apabila memungkinkan. Jadi, persoalannya bukan sekadar lahan akan digunakan untuk apa, melainkan juga bagaimana nasib orang-orang yang selama ini mencari nafkah di sana. Sumber: Sukabumi Update, 9 Oktober 2026.

Di sisi lain, pihak TNI menyatakan persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui verifikasi status hukum lahan, komunikasi, dan koordinasi dengan instansi yang berwenang. Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Inf Beny Syafri, menegaskan bahwa penentuan kepemilikan lahan bukan kewenangan Kodim semata dan perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait, termasuk PTPN dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ia juga menyatakan terbuka terhadap dialog dengan masyarakat. Artinya, status serta mekanisme penggunaan lahan masih membutuhkan penjelasan yang jelas. Karena itu, belum tepat menyimpulkan bahwa lahan tersebut telah dirampas atau bahwa seluruh petani pasti akan kehilangan mata pencaharian. Sumber: Sukabumi Update, 9 Oktober 2026, dan Sukabumi Ku, 10 Oktober 2026.

Pada akhirnya, pembangunan fasilitas pertahanan dan perlindungan mata pencaharian warga seharusnya tidak diposisikan sebagai dua kepentingan yang harus saling mengorbankan. Jika proyek tetap dilanjutkan, pemerintah perlu memastikan status hukum lahan, mendengar aspirasi petani, serta menjelaskan dampak sosial dan ekonomi secara terbuka. Sebab, akan terdengar ironis jika sebuah proyek bernama Batalyon Teritorial Pembangunan justru meninggalkan persoalan bagi warga yang selama ini mengolah tanah untuk bertahan hidup. Pembangunan boleh berjalan, tetapi kejelasan hak, dialog, dan nasib petani jangan sampai hanya menjadi catatan kaki dalam rencana besar negara.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sawah-mau-jadi-markas-tentara-petani-sukabumi-jangan-sampai-cuma-kebagian-debu-pembangunan

Scroll Terus, Kapan Pintarnya? Kenalan dengan ACC Learning!

Scroll Terus, Kapan Pintarnya? Kenalan dengan ACC Learning!

Scroll Terus, Kapan Pintarnya? Kenalan dengan ACC Learning!

Akuntansi sering dianggap sebagai bidang yang rumit karena identik dengan angka, jurnal, debit, kredit, hingga laporan keuangan. Padahal, memahami akuntansi merupakan keterampilan penting, baik bagi pelajar, mahasiswa, tenaga profesional, maupun pelaku usaha. Di tengah perkembangan teknologi digital, proses mempelajari akuntansi kini dapat didukung dengan pendekatan yang lebih praktis dan fleksibel.

Kemampuan memahami pencatatan transaksi, mengelola keuangan, serta menyusun laporan keuangan menjadi bekal yang berguna dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan. Dengan pemahaman akuntansi yang baik, seseorang dapat lebih mudah membaca kondisi keuangan, mengenali pemasukan dan pengeluaran, serta memahami bagaimana suatu usaha mengelola dan mengevaluasi keuangannya.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ACC Learning hadir sebagai platform pembelajaran yang berfokus pada bidang akuntansi. Melalui pemanfaatan teknologi digital, ACC Learning dapat menjadi sarana untuk mempelajari konsep dan pengetahuan akuntansi secara lebih mudah dijangkau. Platform ini relevan bagi pengguna yang ingin memperdalam pemahaman tentang dunia akuntansi, mulai dari konsep dasar hingga materi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mereka.

Dengan ACC Learning, belajar akuntansi bisa menjadi langkah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tanpa harus langsung merasa gentar melihat deretan angka. Meski begitu, pemahaman yang kuat tetap membutuhkan latihan, ketelitian, dan konsistensi dalam belajar. Jadi, daripada langsung menyerah saat bertemu debit dan kredit, saatnya membangun pemahaman akuntansi secara bertahap bersama ACC Learning—karena angka memang harus dihitung, bukan ditakuti!


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/scroll-terus-kapan-pintarnya-kenalan-dengan-acc-learning

Hutan Dibakar, Orangutan yang Menanggung Akibatnya: Novita Kehilangan Empat Ruas Jari Kaki

Hutan Dibakar, Orangutan yang Menanggung Akibatnya: Novita Kehilangan Empat Ruas Jari Kaki

Hutan Dibakar, Orangutan yang Menanggung Akibatnya: Novita Kehilangan Empat Ruas Jari Kaki

Ironis, ketika manusia sibuk membicarakan pembangunan dan pemanfaatan lahan, satwa liar justru harus berjuang menyelamatkan diri dari habitatnya sendiri yang dilalap api. Novita, seekor orangutan betina berusia sekitar 3–4 tahun, menjadi salah satu korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Katune, Kalimantan Tengah. Ia ditemukan bertahan di atas pohon di tengah kepungan asap dan kawasan hutan yang terbakar. Alih-alih hidup tenang di habitat alaminya, Novita harus berjuang agar tetap hidup di tengah bencana yang mengancam rumahnya.

Novita dilaporkan terjebak sejak 25 September 2026 dan berhasil dievakuasi pada 26 September oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), personel TNI, dan masyarakat. Kondisinya saat ditemukan cukup memprihatinkan. Kedua telapak tangan dan telapak kakinya mengalami luka bakar, yang diduga terjadi ketika ia melintasi area yang sudah terbakar untuk mencari tempat berlindung. Tim penyelamat memberikan pertolongan darurat berupa oksigen dan cairan infus sebelum membawanya ke Pusat Rehabilitasi Orangutan BOS Nyaru Menteng untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Sumber: Yayasan BOS dan detikKalimantan.

Namun, berhasil lolos dari kobaran api ternyata bukan akhir dari penderitaan Novita. Dalam perkembangan yang diberitakan pada 12 Oktober 2026, empat ruas jari kaki Novita dilaporkan tidak dapat diselamatkan akibat kerusakan jaringan yang parah. Kondisinya mulai menunjukkan perkembangan, tetapi ia masih membutuhkan perawatan intensif. Kisah ini menjadi pengingat bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada hutan yang hangus atau asap yang menyelimuti permukiman. Satwa yang kehilangan habitat juga menghadapi ancaman luka, gangguan pernapasan, hingga kematian. Bahkan, puluhan orangutan di pusat rehabilitasi BOS Nyaru Menteng dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut di tengah kabut asap. Sumber: detikKalimantan, 12 Oktober 2026.

Ironisnya, hutan sering disebut sebagai kekayaan alam yang harus dijaga, tetapi ketika api melahap habitatnya, makhluk yang tinggal di dalamnya justru harus membayar harga yang mahal. Novita tidak bisa menggelar konferensi pers, mengajukan protes, atau meminta pertanggungjawaban siapa pun. Ia hanya bisa bertahan hidup dan menunggu pertolongan. Tentu, tidak semua kebakaran dapat langsung dikaitkan dengan satu penyebab atau pihak tertentu. Namun, kejadian ini menegaskan pentingnya pencegahan karhutla, perlindungan habitat, dan penegakan hukum terhadap pembakaran lahan ilegal. Sebab, jika rumah satwa terus hilang, jangan heran bila suatu hari hutan hanya tinggal nama—sementara penghuninya menjadi korban yang terlambat kita sadari.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/hutan-dibakar-orangutan-yang-menanggung-akibatnya-novita-kehilangan-empat-ruas-jari-kaki

Ruben dan Sarwendah Belum Habis Jadi Sorotan, Nama Betrand Peto Kini Terseret Kasus Hukum

Ruben dan Sarwendah Belum Habis Jadi Sorotan, Nama Betrand Peto Kini Terseret Kasus Hukum

Ruben dan Sarwendah Belum Habis Jadi Sorotan, Nama Betrand Peto Kini Terseret Kasus Hukum

JAKARTA – Dunia hiburan kembali diramaikan kabar yang menyeret keluarga Ruben Onsu. Kali ini, nama Betrand Peto Putra Onsu atau Onyo menjadi perhatian setelah dirinya dilaporkan terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Seolah belum cukup menjadi bahan perbincangan publik, persoalan baru ini membuat nama keluarga tersebut kembali ramai dibicarakan. Namun, di balik judul yang mengundang rasa penasaran, ada proses hukum yang harus dihormati dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan komentar warganet.

Kasus ini bermula dari laporan seorang perempuan berinisial ANW ke Polda Metro Jaya pada 12 September 2026. Berdasarkan pemberitaan, pelapor menduga mengalami pelecehan fisik di sebuah tempat hiburan malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti kepolisian dengan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait. Hingga kini, dugaan tersebut belum menjadi putusan hukum yang menyatakan Betrand bersalah.

Pada Kamis, 8 Oktober 2026, Betrand menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya selama kurang lebih delapan jam. Penyidik menggali kronologi kejadian dan meminta keterangannya sebagai terlapor. Melalui kuasa hukumnya, Betrand membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan menyatakan kooperatif mengikuti proses hukum. Polisi juga menyampaikan akan melakukan gelar perkara untuk mengevaluasi hasil penyelidikan dan menentukan langkah selanjutnya.

Di tengah ramainya komentar publik, satu hal yang perlu diingat: ramai dibicarakan bukan berarti terbukti bersalah. Publik boleh penasaran, tetapi jangan sampai rasa penasaran berubah menjadi vonis sebelum proses hukum selesai. Untuk saat ini, perkembangan kasus Betrand Peto masih menunggu penilaian penyidik terhadap keterangan dan bukti yang tersedia. Jadi, alih-alih buru-buru menyimpulkan, lebih baik menunggu fakta resmi—sebab di dunia nyata, perkara hukum bukan sekadar bahan drama untuk kolom komentar.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ruben-dan-sarwendah-belum-habis-jadi-sorotan-nama-betrand-peto-kini-terseret-kasus-hukum

Bukan Maulid Biasa! Ritual Aneh di Karnaval Pekalongan Bikin Warganet Bertanya-Tanya

Bukan Maulid Biasa! Ritual Aneh di Karnaval Pekalongan Bikin Warganet Bertanya-Tanya

Bukan Maulid Biasa! Ritual Aneh di Karnaval Pekalongan Bikin Warganet Bertanya-Tanya

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pekalongan biasanya identik dengan lantunan sholawat, pengajian, pawai, hingga berbagai tradisi masyarakat. Namun, perayaan di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, pada September 2026 justru mendadak menjadi sorotan. Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) yang merupakan bagian dari rangkaian Maulid Nabi dan khitanan massal ke-61 menampilkan pertunjukan dengan kostum menyeramkan, peti mati, hingga adegan penyembelihan kambing. Video penampilan tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memancing berbagai komentar.

Yang membuat suasana semakin “panas”, sejumlah warganet menilai penampilan tersebut mirip dengan ritual satanik. Dalam video yang beredar, terlihat peserta menggunakan kostum menyerupai sosok tengkorak dan karakter menyeramkan. Ada pula properti yang dianggap menyerupai simbol tertentu yang berkaitan dengan okultisme. Tak heran jika muncul pertanyaan besar: kok bisa pertunjukan seperti itu muncul dalam acara yang berkaitan dengan Maulid Nabi? Bahkan MUI ikut menyoroti penampilan tersebut dan menilai visual maupun aksi yang dianggap menyerupai ritual satanik bertentangan dengan nilai-nilai peringatan Maulid.

Nah, bagian yang cukup bikin publik penasaran justru datang dari balik panggung. Perwakilan peserta, M Akhid dari Tim Simone atau Simbang Gang One, mengaku konsep tersebut bukan dimaksudkan sebagai ritual satanik. Ia mengatakan ide pertunjukan berasal dari kostum dan pertunjukan yang mereka lihat di YouTube. Kostum bahkan disebut disewa dari Malang dan kemudian digunakan sebagai bagian dari koreografi. Peserta mengaku tidak memahami konteks simbol yang digunakan dan akhirnya menyampaikan permintaan maaf karena merasa kurang literasi.

Panitia SKNC juga menyatakan tidak mengetahui secara detail konsep pertunjukan tersebut sebelum tampil. Ketua panitia Mahsun membantah adanya ritual atau pemujaan dan menyebut atraksi tersebut sebagai hiburan warga. Bahkan soal kambing yang disembelih, panitia memberikan penjelasan bahwa hewan tersebut bukan tumbal, melainkan untuk konsumsi bersama setelah acara. Meski begitu, penampilan tersebut tetap menjadi “bumbu panas” yang membuat Maulid Nabi di Simbang Kulon ramai diperbincangkan jauh di luar Pekalongan.

Terlepas dari kontroversinya, Maulid Nabi di Pekalongan memang memiliki tradisi budaya yang cukup kuat. Selain karnaval, masyarakat di wilayah tersebut telah lama menggabungkan peringatan keagamaan dengan kegiatan sosial dan budaya. Di Simbang Kulon sendiri, karnaval tahun 2026 diikuti 25 barisan yang berasal dari 25 musala dengan tema “Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran” atau bersatu dalam budaya dan memperkuat persaudaraan. Jadi, yang awalnya dimaksudkan sebagai hiburan dan pelestarian tradisi justru berubah menjadi perbincangan panas gara-gara satu penampilan yang dianggap terlalu ekstrem.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bukan-maulid-biasa-ritual-aneh-di-karnaval-pekalongan-bikin-warganet-bertanya-tanya

Blog

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Tim Kami

ADL
Architecture Design Laboratory
URBANE
architecture, interior design
PDW
MDP and PDW
PT. PP
Developer

Kontak

Konsultan Properti

Agen Pemasaran Grand Anila Apartment Wilayah Cirebon, Kuningan, Indramayu, Brebes, Tegal.

Alamat:

Jl. Sukarno, Cirebon Selatan

Jam Kerja:

Senin - Sabtu, Jam 9.00 sd 17.00 wib

Phone:

087789061666